Hijrah ke ZianArmie.Blogspot.com

Hijrah. Kali ini aku kembali hijrah; pindah blog ke zianarmie.blogspot.com.
Sayang sekali memang, mengingat blog zianxfly.wordpress.com ini sudah kugunakan cukup lama, sejak bulan Desember 2008. Sejak aku masih kelas 2 Aliyah di pesantren.
Banyak kenangan dengan blog ini. Banyak kisah terekam di blog ini. Banyak hal penting terjadi karena blog ini.

Baca lebih lanjut

Iklan

Lupa

Masalah pelupaku kali ini benar-benar sudah keterlaluan. Jika biasanya hanya lupa mencatat order, lupa mengambil gelas, lupa jadwal mencuci piring, lupa hari ini harus seragam apa, atau lupa makan, maka kali ini aku lupa mengambil kartu ATM.
Pagi tadi aku ke ATM dulu sebelum ke kampus, ambil uang. Aku memang buru-buru, sudah jam 8, aku sudah terlambat ke kampus–meski aku yakin dosennya juga belum masuk. Uang kuambil.
“Anda ingin melakukan transaksi lainnya?” tanya si ATM.
“Tidak,” jawabku. Baca lebih lanjut

Ini seperti kamu lupa jadwal kuliah Maternitas. Ketika ingat ternyata waktunya sudah lewat beberapa menit. Kamu buru-buru ke kampus, sambil berdoa Bu Yuli belum masuk. Tiba di depan lokal, kamu langsung membuka pintu dan bergegas masuk. Semua mata menatapmu heran, dan kamu seketika sadar, kamu telah salah ruangan! Kamu pun berjalan keluar dengan menunduk, diiringi tawa yang meledak di seisi ruangan. Sampai luar, ponselmu berderit, ada pesan singkat yang masuk: Hari ini Ibu Yuli tidak masuk, diganti besok. Baca lebih lanjut

Andai Tuhan Seperti Komite Skripsi

Kemarin sore pulang ke rumah orangtua. Selain untuk menyimpan buku-buku yang sudah saya baca dan buku-buku yang baru dibeli namun belum ingin membacanya, rencana mau mencari sertifikat kursus Microsoft Office karena tanpa disangka sertifikat itu sangat diperlukan. Untuk maju sidang proposal syaratnya sertifikat tersebut. Saya dulu ketika masih di pondok, tepatnya saat kelas 3 tsanawiyah, pernah ikut kursus komputer di pondok, tapi lupa apakah diberi sertifikat setelahnya atau tidak. Makanya, saya pulang buat mengeceknya. Siapa tahu ada, jadi tak perlu lagi ikut kursus hanya untuk memiliki sertifikat tersebut. Aneh juga, sesuatu dibuktikan dengan selembar kertas, bukan bagaimana kemampuannya. Baca lebih lanjut

Seorang Tante yang Anti Uang Receh

uang recehPernah bertemu orang yang begitu anti dengan uang receh? Saya mengalaminya, beberapa hari lalu.
Seperti biasa, pukul 6 sore saya ke warung makan langganan saya buat makan malam, sebuah warung masakan Padang yang berada di daerah Sultan Adam. Saya lebih suka dibungkus, lalu menyantapnya di rumah. Begitu pula hari itu. Saya dilayani oleh anak si pemilik warung, sementara ibunya, pemilik warung, melayani seorang tante yang baru saja selesai makan di sana bersama suaminya dan mau bayar.
Tante itu menyodorkan uang seratusan ribu. Pemilik warung pun membuka lacinya, mencari-cari uang kembalian. Tapi rupanya ia tidak menemukan uang yang pantas, sehingga mau tak mau menghitung uang receh yang ada untuk kembalian. Melihat itu, si tante langsung mengeluh, “Aduh… uang receh…!” Baca lebih lanjut

Ke Solo, Ikut Asean Blogger Festival Indonesia 2013 #5: Sedikit Kisah dari Balik Istana Keraton Surakarta

kereta uap - kereta wisawa soloHari 5
Mengikuti Asean Blogger Festival Indonesia 2013 membuatku selalu berkenalan dengan orang baru, dan orang baru yang kukenal hari ini ialah Agustinus Wibowo, penulis buku-buku catatan perjalanan: Selimut Debu (Gramedia Pustaka Utama, 2010), Garis Batas (Gramedia Pustaka Utama, 2011), dan yang terbaru Titik Nol (Gramedia Pustaka Utama, 2013). Aku berkenalan dengannya ketika sarapan. Baca lebih lanjut