Pilihan Ada Padamu, dan Aku Menunggu

Semua menjadi rumit. Dan semua ini tak lain karena ego kita, egoku, juga egomu. Aku mengerti, ini tidak mudah. Maka ketika ego itu mulai luntur, kita telah berada pada waktu yang tidak lagi tepat. Ada tangan yang telah menggenggam tanganmu, dan ada tangan yang kini telah kugenggam. Kita bisa saja lari dari ini semua, melupakan semua perbincangan ini, menghapus yang sampai sekarang kita rasakan, tapi benarkah kita mampu, untuk kedua kalinya, membohongi diri kita sendiri, perasaan kita sendiri?
Memang, sebelum semua jadi serumit ini, aku kadang berpikir, benarkah aku telah bahagia? Jika tidak, lantas mengapa aku masih bertahan untuk tetap menjalaninya? Dan barangkali kau pun memikirkan hal serupa. Tapi selalu saja aku, mungkin juga kamu, dengan cepat menghadang pertanyaan itu dengan alasan bahwa aku tak pernah sanggup menyakiti orang yang menyayangiku.
“Lalu bagaimana?” tanyamu.
“Menurutmu?” aku balik bertanya.
“Entahlah…” jawabmu kemudian.
Kalau kau ingin mendengar pendapatku, akan kutegaskan bahwa aku ingin keluar dari kurungan ini. Tapi pilihan ada padamu, dan aku menunggu.

Iklan

2 pemikiran pada “Pilihan Ada Padamu, dan Aku Menunggu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s