Menunggu Makan Malam

cinta bahalap - antologi puisi barito kualaIzinkan lelah menitik nadinya, petang

Kilatan-kilatan yang mengintai, sewarna darah dan nanah

Uh, lama-lama kita harus meringkuk dalam

Meringis atau merintih

Ini senja yang ringkih

Kenapa kita tidak sepakat saja, tentang masa lalu yang binal

Dalam solilokui

Suara dan gumam saling membunuh

Berlelah-lelah untuk pentas keabadian yang entah

Bergerilya bagi rasa resah

Handil Bakti, 7 Oktober 2011

(Radar Banjarmasin, Minggu, 9 Oktober 2011)

(Cinta Bahalap, 2013)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s