Dialog

balian jazirah anak ladang - aruh sastra viiiDi awal sajak kita berbincang

Kau lahir dari rahim hampa

Lalu tumbuh di dermaga sepi

Pada petala langit, kau eja lagi mimpi tadi malam

Hujan yang basah

Matahari yang meleleh

Dan kota-kota angin telah mencerabut kata-kata yang kau susun dalam sajak

Dalam hutan dan sungai

O, jalanan menjadi arus bersama kecipak-riak

Di sisi bangku taman itu, bunga-bunga menyemai harum kelopaknya

Dialog kita sampai hingga klausa tervulgar

Kalimatmu terhenti pada raung motor yang tumpah

“Topan sudah mengotak-ngotakkan tanahku”

Gunung merendah, gedung membuncah

Lalu kau turunkan sunyi ini

Dalam dialog yang sama, kita merapatkan kalimat-kalimat lagi

Marabahan, Juni 2011

(Dalam buku Balian Jazirah Anak Ladang, sebagai 30 puisi nominasi Aruh Sastra Kal Sel VIII 2011)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s