Pribahasa Banjar (mun kawa tambahiakan)

1. Handak bangkung langsat tadapat bangkung durian (ingin isteri yang cantik yang didapat isteri yang jelek)
2. Di banua saurang kaya macan, di banua urang kaya acan (beraninya cuma di lingkungan sendiri)
3. Kaya burung bilatuk manabuk luang (orang yang kerja keras)
4. Kaladi maucap birah (mencerca orang yang lebih itnggi martabatnya)
5. Sudah tacalubuk kadua balah batis (terlambat)
6. Gajah lalu kumpay layu (orang yang jadi korban karena peristiwa yang bersamaan, seperti orang yang kebetulan lewat lalu dituduh maling)
7. Nang gatal dagu nang digaru siku (lain yang disuruh lain yang dikerjakan)
8. Tanggiling mangguyang paring, disambat ngaran malabuk gugur (tiap orang mempunyai kelemahan)
9. Mangguyang tungkat kana dahi (membongkar keaiban orang, keaiban sendiri ketahuan)
10. Jangan mahabui mata kawal (jangan mencurangi teman)
11. Dalas jadi habu jadi harang (siap menerima konsekuensi apa saja, kebulatan tekad)
12. Kaya lukah kada bahandut (1. orang yang boros, berapapun dapat uang habis dibelanjakan; 2. orang yang tidak mau mendengar nasehat, masuk telinga kanan keluar telinga kiri)
13. Jangan manjilat ludah di lantay (jangan menarik kata-kata yang telah diucapkan)
14. Kaya manjuhut paring matan di pucuk (pekerjaan yang sangat sulit)
15. Ditinggal manawaki, dibawa malinggang jukung (serba salah, serba menyusahkan orang)
16. Kada diam parang, kada diam pisau (bila orangtua ulet, maka anaknya akan ulet pula)
17. Kalah surak manang taruh (tidak mementingkan gengsi, tapi prestasi)
18. Kalah di acan, manang di bawang (tidak kaku dalam bernegosiasi, ada kalah ada menang, luwes dalam menyelesaikan sesuatu)
19. Nangkaya kalimbuay, naik kawa turun kada kawa (orang yang tidak memperhitungkan akibat dari perbuatan)
20. Mambuang sandal tajumput kalum (memilih sesuatu yang jauh lebih jelek)
21. Pilanduk pangalumpanan lawan jarat, jarat kada pangalumpanan lawan pilanduk (seseorang yang berbuat dosa bisa lupa terhadap perbuatannya sendiri, tapi hukum selalu mengintainya)
22. Ya kandang ya babi (dia yang seharusnya menjaga tapi dia sendiri yang mengganggu)
23. Kodok kada mati ular kada kanyang (sesuatu yang adil, misalnya penjual dapat untung sedikit dan tidak mahal bagi pembeli)
24. Karuh matan di hulu (membawa sifat turunan dari orangtua)
25. baik mambuang hintalu sabuku daripada rusak sa-kataraan (lebih baik mengorbankan satu orang daripada merugikan orang banyak)
26. Kaya kodok kapasangan (ramai luar biasa)
27. Lalat mancari kudis (orang yang selalu mencari-cari kesalahan orang lain)
28. Pilanduk mambuang kujajing (sesuatu yang sangat aneh, tidak masuk akal)
29. Dalas balangsar dada (kebulatan tekad dari segala penderitaan)
30. Diigut layat dibuang sayang (situasi yang dilematis)
31. Kaya linut dalam katungkang (orang yang berani karena ada bekingnya)
32. Maluasi luang burit (pekerjaan yang sia-sia, seperti solat yang tidak benar)
33. Maling bakuciak maling (ia yang jahat tapi menuding orang sebagai orang jahat)
34. jauh panggang dari api (kesenjangan antara harapan dan kenyataan)
35. Kaya Samar (Semar) naik panggung (orang yang baru mendapat kekuasaan bisa lupa diri)
36. Kaya tunggul gusang (kulit seseorang yang hitam)
37. Nangkaya habu di atas tunggul (pekerjaan seseorang yang tidak pernah memberi hasil, selalu habis tanpa sisa)
38. Nangkaya manabang tungkat rumah (pekerjaan yang mencelakakan diri sendiri)
39. Maulur tangga urang (orang yang selalu berusaha mendapat sesuatu dari orang lain, tapi tidak mau memberikan punya sendiri)
40. Waja sampai ka puting (orang yang berpendirian kokoh, konsekuen, bekerja hingga selesai)

Iklan

12 pemikiran pada “Pribahasa Banjar (mun kawa tambahiakan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s