Rasanya…

Aku mendengar dan terpikat;
ruhku bergegas untuk merengkuh
dekapan penerimaan Cinta,
karena suara itu begitu manis.

(Syair Jalaluddin Rumi)


Rasanya ingin kubingkai kebahagiaanku ini, lalu memajangnya di semua tempat yang kulalui. Sebuah kebahagiaan yang terlahir setelah kekecewaan dan kepahitan bertubi-tubi yang memukulku, menempaku, dan akhirnya menyadarkanku. Rasanya ingin kupeluk tubuhmu erat-erat, dan tak akan kulepas walau hanya sesaat. Kau lebih dari seorang bidadari. Ketulusan cintamu mengubah semua yang kulihat menjadi indah. Aku seperti terlahir kembali karenamu.
Maaf, cuma kalimat sederhana ini yang akhirnya mampu kutulis. Kita tahu, kata-kata bukanlah segalanya.

Iklan

12 pemikiran pada “Rasanya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s