Senja


Senja buram di pelupuk mata
Sementara kuharap kita masih terbuai dalam bahasa kita
Meski, bahasamu hanya bisu, yang merekah dan tumpah
Di antara temaram lampu-lampu taman
Serta gerimis dan hujan
Merintik menjadi sajak
Bertingkah, pongah
Maka bait-bait kini kehilangan nafas
Walau yang paling vulgar sekalipun
Sebab senja tak memiliki kata
Sebab aku masih tersesat memburu makna!

(Dimuat di harian Media Kalimantan, edisi Minggu, 3 April 2011)

Iklan

8 pemikiran pada “Senja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s