Piano


Biar waktu lebur sebagai debu
menganak sungai dan bekas rumah dari kertas
angin sore, menulis diary tentang kekasih
cuma radio dan kata
kita kan berjumpa juga
habis malam, habis kabut
menderu di atas aspal
Al fatihah sampai habis Yasin
suara kita sesak, tersengal dalam cerpen
kau menjudulinya Piano

(Dimuat di harian Media Kalimantan, edisi Minggu, 3 April 2011)

Iklan

18 pemikiran pada “Piano

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s