Minal ‘Aidin Wal Faizin

Berhubung sekarang kita berada dalam suasana Idul Fitri, maka sebelumnya saya mengucapkan: mohon maaf atas semua kesalahan dan kekurangan saya, baik yang disengaja maupun tidak, yang lahir maupun yang batin.
Dalam susana Idul Fitri ini, kita pasti sering sekali menemukan tulisan “minal ‘aidin wal faizin” baik itu lewat SMS, e-mail, di postingan blog, atau bahkan di iklan. Namun sampai sekarang, tahukah kita apa arti dari kalimat berbahasa Arab tersebut?
Iseng, saya mencoba menanyakan arti kalimat tersebut kepada kawan baru di STIKES Muhammadiyah yang baru saja mengirim SMS ucapan selamat lebaran dengan memasukkan kalimat tersebut. Dia pun menjawab artinya ialah “mohon maaf lahir dan batin”.
Saya pun tertawa dalam hati.
***
Meskipun biasanya sesudah kalimat tersebut juga ada kalimat “mohon maaf lahir dan batin” tapi bukan itu artinya, sangat jauh bahkan.
Baiklah, karena Anda sudah tak sabar ingin tahu, maka saya akan mulai memberikan kuliah 🙂
Minal ‘aidin wal faizin, sebenarnya adalah potongan dari sebuah doa yang marak saling diucapkan tatkala Idul Fitri yang lengkapnya berbunyi demikian:

جعلنا الله إياكم من العائدين والفائزين والمقبولين , كل عام وأنتم بخير‎
Ja’alnallahu wa iyyakum minal ‘aidin wal faizin wal maqbulin, kullu ‘am wa antum bikhair…
Kalau diartikan kurang lebih seperti ini: Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang kembali suci dan orang-orang yang beruntung, serta orang-orang yang diterima (amal ibadahnya), setiap tahun semoga Anda (atau kalian) dalam kebaikan.

Karena cukup panjang, maka biasanya orang memotongnya sehingga menjadi “minal ‘aidin wal faizin” saja, namun pengertian yang dimaksud tetap secara keseluruhan doa.
Orang Indonesia (yang biasanya ingin berlagak pakai bahasa Arab) kemudian ikut memakai doa tadi, dan karena kebiasaan mulia orang Indonesia saling bermaaf-maafan saat lebaran, maka kemudian menambahkan kalimat “mohon maaf lahir dan batin” setelahnya. Sekian lama kebiasaan ini berlangsung, dan orang-orang lebih banyak yang hanya bisa mengucapkan/menuliskan tanpa tahu artinya, sehingga kita pun mengira bahwa “mohon maaf lahir dan batin” adalah arti dari “minal aidin wal faizin”.
Hal ini juga membuat saya teringat dengan istilah “takjil” yang dipakai orang-orang di Jakarta sana atau mungkin lebih tepatnya di TV (karena saya tahu Jakarta cuma dari TV).
Ada salah seorang Ibu di pasar dadakan Ramadhan yang sedang diwawancari. “Oh… ini, kami lagi mencari takjil buat berbuka puasa.”
Seolah kata “takjil” artinya makanan-makanan (sengaja digandakan, karena kita biasanya tidak mau makan sedikit) untuk hidangan berbuka puasa. Padahal kata takjil/ta’jil (تعجيل‎) artinya adalah “bersegera”, diambil dari hadist Nabi Muhammad SAW yang menyuruh untuk berbuka puasa dengan bersegera ketika telah sampai waktunya.

Iklan

17 pemikiran pada “Minal ‘Aidin Wal Faizin

  1. pertama rebab kedua babun, ketiga gayung keempat jukung
    pertama maaf kedua ampun, maaf dan ampun nangkaya gayung di dalam jukung

    met id fit 1431

    (hehe, sorry jika terasa aneh, ni eksperimen meandak kata2 aja)

  2. Ping balik: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 H?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s