Mantan Santri, Permudah Tes Wawancara!

Mungkin inilah saatnya aku berbangga karena pernah menjadi santri.
Setelah dinyatakan lulus dalam tes tertulis masuk STIKES Muhammadiyah Banjarmasin dan menjalani tes kesehatan, hari Kamis lalu aku menjalani tes wawancara. Aku terkena jadwal tes jam dua siang. Sebelumnya aku sudah tahu apa saja yang ditanyakan, dari orang-orang yang sudah diwawancarai.
Katanya, pertama disuruh ngaji, ditanya mengenai shalat kita dalam sehari, soal mengaji, hapalan Juz Amma, prestasi di sekolah, soal Muhammadiyah, bikin perjanjian, dan sebagainya.
“Sasatumat tukang wawancaranya bacaramah, lawas….. banar. Kita tu sembahyang harus rrajin, itu kewajiban, jar. Uma… lawas banar ikam!” Demikian kata temanku yang sudah selesai wawancara. Rata-rata untuk tiap satu orang memang menghabiskan waktu 15 menit lebih.

Sudah jam dua, setelah dari pagi menunggu, dan aku pun siap.
Aku dipanggil, disuruh duduk, ditanya soal biodata dan orangtua, disuruh ngaji.
“Kamu bisa ngaji ‘balagu‘ ya Zian?”
“Kada.”
“Pernah belajar?”
“Kada.”
Seperti yang lain, aku ditanya mengenai shalat lima waktu.
“Alhamdulillah, kelima waktunya selalu tepat waktu.”
“Subuh gimana? Biasanya subuh yang tidak tepat waktu.”
“Ulun tamatan pesantren.” Supaya meyakinkan, dan aku tidak perlu menjawab dengan ‘ya’.
“Oh…. Pesantren mana?”
“Al Falah”
Nah, setelah itu cuma pertanyaan mengenai sekolah, tidak ada lagi pertanyaan remeh-temeh seperti soal ngaji, hapalan juz amma dan sebagainya.
Di akhir, aku disuruh menandatangani perjanjian di atas materai.
“Meskipun saya yakin kamu tidak mungkin melakukan pelanggaran seperti yang tertera di sana, karena kamu pasti sudah punya benteng diri, tapi tetap saja seperti yang lain kamu harus menandatangani perjanjian tersebut. Silahkan dibaca dulu.”
Aku pun menandatanganinya, dan selesai. Jika yang lain 15 menit baru selesai, maka aku cuma menghabiskan waktu tak lebih dari 5 menit. Sangat tidak setimpal dengan lamanya menunggu yang dari pagi hari.

Sekarang tinggal menunggu hasil akhir. Di UNLAM pun aku sudah lulus, tapi karena jurusannya administrasi Negara, sepertinya aku mengambil di STIKES Muhammadiyah ini saja.  Dan kalau di STAN ternyata lulus, jelas aku memilih di STAN, biarlah direlakan uang yang sudah dibayarkan di STIKES Muhammadiyah. Doakan saja, semoga semuanya berjalan lancar dan sukses.

Iklan

14 pemikiran pada “Mantan Santri, Permudah Tes Wawancara!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s