Selamat Tinggal Al Falah (part 2)


Alhamdulillah, acara perpisahan itu terlaksana juga, dengan sukses. Bertempat di mushalla Al Falah yang baru saja selesai dibangun (setelah beberapa tahun tersendat pembangunannya). Satu hal yang menurut saya cukup janggal, yaitu pakai kursi. Masa di mushalla pakai kursi? Tapi ya mau bagaimana lagi, begitulah sudah keputusan panitia. Para ustadz sendiri sebenarnya banyak yang tidak sepakat dengan hal tersebut.Mungkin ini karena mengikuti tahun-tahun sebelumnya yang memakai kursi, tapi tahun-tahun yang lalu itu wajar, sebab acaranya tidak di mushalla, melainkan di ruang makan.

Ah, sudahlah. Yang penting acaranya terlaksana. Perlu diketahui, dana yang diperlukan untuk melaksanakan acara ini sangat amat besar. Jumlah pastinya saya tidak tahu. Selama satu tahun lebih kami mengumpulkan uang dengan cara menjual nasi bungkus dan menjaga kantin. Ditambah lagi iuran sebesar 650 ribu rupiah perorang.
Karena ini sudah kesepakatan bersama ya mau tidak mau.
O ya, meskipun acara ini cukup mewah, sayangnya ada beberpa ustadz yang tidak bisa hadir, entah mengapa. Padahal beliau-beliau itu ialah ustadz yang cukup berpengaruh bagi saya, yah, semacam sumber inspirasi. Seperti Ustadz Sailillah Lc, Ustadz Abdul Gaffar, Ustadz Zianal Ilmi, dan yang lainnya.
Terakhir, saya cuma bisa memohon ampun, maaf, rela, dan ridho kepada semua yang ada di Al Falah (Ustadz, Mudir, karyawan, yayasan, Nini Dapur, acil kantin, santri-santri, satpam, dll).

Iklan

4 pemikiran pada “Selamat Tinggal Al Falah (part 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s