Jihad yang Luar Biasa

Kemarin siang kami (kelas 3 aliyah), setelah selesai menghadapi ulangan akhir (yang artinya tinggal menunggu perpisahan), kami silaturrahmi ke rumah salah seorang Ustadz kami, Ustadz Syamsuddin, atau yang biasa kami sebut Syekh Kabir.
Rumah beliau terletak di desa Tatahalayap, di daerah Gambut bagian dalam. Untuk bisa sampai ke sana, kami harus menempuh jarak kurang lebih 30 kilometer dari Pondok Pesantren Al falah dengan sebagian besar jalan yang rusak parah, bahkan belum diaspal. Jalan sempit tersebut dilapisi dengan batu besi lancip yang tidak merata. Sehingga satu jam setengah barulah kami sampai.
Maka terpikir olehku, beginilah yang beliau tempuh setiap hari dengan motor beliau. Enam puluh kilometer setiap harinya! Ajaibnya, meski umur beliau sudah renta, beliau tidak pernah absen, padahal berapalah gaji seorang ustadz Al Falah, tak cukup apa-apa. Ini yang baru kusadari. Maka sungguh alangkah berdosanya aku karena selama ini tidak pernah begitu serius mengikuti pelajaran beliau.
Di rumah beliau, kami yang berjumlah hampir seratus orang, diberi makan oleh beliau. Nah, bukankah ikhlas seperti inilah yang merupakan jihad?
Kemudian aku coba membandingkan dengan para teroris yang mengakunya berjihad, ingin meninggikan agama Allah, yang sebenarnya justru menjadi merendahkan islam. Tidakkah yang ustadz Syamsuddin lakukan setiap hari, mengajari kami ilmu agama dengan menempuh jarak 60 km serta jalanan yang rusak, adalah jihad yang sungguh luar biasa? Tidakkah para teroris itu berpikir bahwa jihad tak harus dengan bom?

Iklan

10 pemikiran pada “Jihad yang Luar Biasa

  1. Mereka yang mengaku meninggikan Islam lewat jihad yang salah.
    Agama tidak pernah mengajarkan kekerasan.
    Btw, Seorang Ibu yang melahirkan buah hatinya itu juga jihad lho…nyawa lagi taruhannya.
    Kunjungan pertama dan salam eknal ^_^

  2. Ping balik: Sadarlah Saudaraku… (Komentar buat Komentar) « Coretan Zian
  3. memangnya jihad itu apa? apakah jihad itu sama dg berbuat baik? apakah setiap perbuatan baik bisa disebut jihad? kalo begitu, menuntut ilmu adalah jihad, jualan di pasar adalah jihad, nyangkul di sawah adalah jihad, jalan2 mengusir kesusahan adalah jihad. lalu apa yg bukan jihad? padahal ibadah jihad itu tidak ada ibadah lain yang pahalanya menyamainya. kalo g ngerti jihad jangan ngomong jihad.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s