Karena Tantangan


Beberapa jam lagi aku akan tiba di asrama haji, bermalam di sana, dan kemudian mengikuti test seleksi peserta PBSB (Penjaringan Beasiswa Santri Berprestasi). Ya, aku sendiri juga tidak menyangka bahwa lewat jalur inilah aku akan kuliah nanti. Banyak perguruan tinggi yang dapat dipilih lewat jalur PBSB ini. Sedangkan aku sendiri memilih UGM, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, jurusan Ilmu Pemerintahan. Ya, sekali lagi aku juga tidak menduga. Dan Ilmu Pemerintahan, sungguh tidak terbayangkan sama sekali.

Kalau kau bertanya kenapa UGM yang kupilih, dan kenapa pula aku memilih jurusan Ilmu Pemerintahan, maka jawabannya sederhana: tantangan. Kuliah di luar daerah tentu tantangannya akan berbeda jika kuliah di Kal-Sel. Begitu pula dengan jurusan yang aku pilih, apa menariknya jika aku mengambil jurusan komputer (yang kusukai dan lumayan kukuasai) apalagi yang berkaitan dengan agama?!
Tantangan lain yang menurutku luar biasa ialah perjanjian untuk mengabdi di pesantren yang ditentukan oleh Kementrian Agama–yang merupakan pemberi beasiswa– selama 3 tahun setelah menyelesaikan studi nanti.
Ah, mungkin konyol sekali jika aku melakukan semua ini hanya demi sebuah kata tantangan. Namun begitulah aku. Tantangan pulalah yang tujuh tahun silam membuatku –yang berjiwa liar ini– nekat masuk Pondok Pesantren Al Falah, pesantren yang apabila mendengar namanya saja terbayang sebuah kengerian akan ketatnya peraturan.
Baiklah, sekarang aku harus bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan. Aku berharap tidak ada kendala dalam menghadapi tes nantinya.

Iklan

14 pemikiran pada “Karena Tantangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s