4 Rakaat Itu…


Di pesantrenku, shalat duha diwajibkan. Dilaksanakan secara berjamaah setiap pagi (kecuali Jumat), sebelum jam masuk ke kelas. Yang menjadi imam ialah santri kelas 3 aliyah secara bergilir.
Nah, kemarin (kamis) ialah giliranku. Aku yang seumur hidup belum pernah menjadi imam di Mushalla Al Falah tentulah gugup minta ampun, apalagi memang pembawaanku yang demam panggung.
Sebelum shalat dimulai, aku sudah duduk di saf pertama. Ah, waktu itu aku gugup sekali, seperti sedang duduk di titian siratal mustaqim saja.
Gugupku semakin bertambah ketika mudir (pimpinan pondok) masuk dan berdiri di saf terdepan, siap jadi makmumku. Aku pun maju ke tampat imam. Otomatis, posisiku tepat di depan mudir. Sekujur tubuhku gemetaran.
“A…a….a….a…..a….lllll….a……aaaaa…….hu… akba….r…..”
***
Sulit diceritakan bagaimana 4 rakaat duha tersebut berlangsung. Yang pasti, kemarin aku sukses menjadi pelawak, bahan tertawaan semua santri Pondok Pesantren Al Falah Putera.

Iklan

17 pemikiran pada “4 Rakaat Itu…

  1. sebuah proses zian, nanti kamu bakal jadi imam yg sebenarnya 🙂
    aku aja dah tuek gini baru tahu dhuha bisa jamaah juga, biasanya sendiri

  2. wah kalau yang ini saya juga belum mengetahuinya. coba bertanya kepada yang lebih tahu di blognya mbak dewi yana. Insya Allah pasti dijawab dengan cepat dan tegas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s