15 Menit Pembawa Sial

Rencanaku ke Batu Licin gagal total. Banyak penyebabnya, di antaranya karena teman-teman yang lain punya jadwal masing-masing untuk mengisi libur 4 hari ini. Lantas aku pun kemarin pulang ke rumah saudara di Handil Bakti. Dari Al Falah sampai Handil Bakti aku tidak keluar uang sedikit pun, karena aku pulang ikut mobil seorang teman yang pulang ke Palangkaraya.
Setelah shalat dan istirahat di rumah kakakku, aku lalu ke DM. Rencananya mau nonton Sang Pemimpi. Di parkiran DM aku bertemu dua temanku yang kebetulan juga ingin nonton.
Kami pun segera naik ke lantai 4 untuk kemudian membeli tiket. Masih ada waktu satu jam lebih sebelum film tersebut diputar. Mengisi waktu, kami nongkrong di Gramedia. Kami segera menyerbu rak buku-buku komik. One Piece terbaru menarik perhatianku. Aku lantas mencari yang plastiknya sudah terbuka dan mencari tempat duduk.
Nah, di sinilah petaka itu terjadi. Aku tertantang untuk menamatkan komik yang kubaca itu. Helai demi helai, pertarungan demi pertarungan, telah menghipnotisku dan membuatku lupa waktu.
Begitu selesai, senyumku pun mengembang. Aku lalu melihat jam. Oh, tidak! Aku terlambat kurang lebih 15 menit!
***
Kami nikmati film Sang Pemimpi dengan perasaan dongkol. 15 menit yang amat berharga. Aku semakin dongkol dengan isi film yang sangat terkesan terburu-buru. Sial!

Iklan

7 pemikiran pada “15 Menit Pembawa Sial

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s