Perang Sesungguhnya

Ulangan semester ganjil Madrasah Aliyah telah berlalu dengan tragis. Namun tentu saja peperangan belum berakhir. Musuh yang sesungguhnya justru pada hari Sabtu nanti (19 Desember), sampai tanggal 28 Desember. Apalagi kalau bukan ULANGAN PONDOK !
Ulangan pondok berbeda jauh dengan ulangan MA, karena MA hanyalah tambahan di pesantrenku ini, sekadar melengkapi, supaya santri juga punya ijazah reguler.
Ulangan pondok ini sistemnya sangat ketat. Untuk bisa jadi peserta ulangan syarat utamanya ialah lunas SPP (kami menyebutnya infaq) sampai bulan Desember (perbulan 250 ribu). Tak ayal, satu minggu sebelum ulangan, semua sibuk mengurus infaq. Yang paling repot tentulah yang menunggaknya sampai berbulan-bulan, baik itu karena memang orang tuanya tidak mampu, atau karena uangnya ‘diselewengkan’ (tidak semua santri jujur).
Semua peserta ulangan mendapat sebuah kartu ulangan. Bila hilang didenda lima ribu rupiah. Di kartu itu ada daftar pelajaran yang diulangkan. Di sampingnya ada kolom untuk tanda tangan pengawas di setiap paknya.
Duduknya pun diacak dengan cara bersilang-silang. Tidak akan ada yang duduk sebangku dengan teman satu kelas. Aku sendiri, yang akan duduk di sampingku adalah santri kelas 1 tsanawiyah. Tak mungkin aku bisa bertanya padanya mengenai soal, apalagi menyonteknya.
Apabila ketahuan melakukan pelanggaran (menyontek, membuka catatan, berdiskusi, pindah tempat duduk dsb.) maka akibatnya sangat fatal. Dikeluarkan dari ruangan dan langsung diberi nilai 4!
Ulangan pondok ini semua soalnya menggunakan bahasa Arab tanpa harakat, jawabannya pun juga harus dengan bahasa Arab. Tidak ada soal pilihan ganda layaknya di sekolah-sekolah umum. Jadi jangan harap bisa menjawab soal apabila bahasa Arab saja ngos-ngosan.
Meski sangat sulit begitu, dan aku belum melakukan persiapan apapun untuk menghadapinya, bukan ulangan ini yang kupikirkan. Yang ada di kepalaku justru sesudah ulangan itu. Karena sesudah ulangan itu ada libur selama empat hari, yang mana berarti kami bisa menikmati tahun baru tanpa harus berada dalam penjara bernama pondok pesantren ini.
Sebagai seorang remaja normal, aku bahagia. Selama bertahun-tahun ini, tahun baru selalu saja bertepatan dengan ulangan. Malam tahun baru pun harus dilewati dengan memegang kitab, sambil melihat (dari samping Musalla) kembang api-kembang api yang berebut menunjukkan pesonanya di atas kota Banjarbaru.
Dan untuk empat hari yang berharga itu, (hampir) semua santri sibuk menyusun rencana. Aku sendiri rencananya tidak pulang ke rumah, melainkan ke daerah Batu Licin bersama teman-teman Forum Pena Pesantren (sebuah komunitas penulis Al Falah yang kudirikan dan kuperjuangkan).
Kami nantinya dijemput dengan mobil pick up (tak apa, yang penting seru) milik orang tuanya Syarief, dan selama empat hari itu bermalam di rumahnya. Dalam empat hari tersebut kami akan mengunjungi tempat-tempat menarik yang ada di sana. Pada hari Jum’at, (hari terakhir liburan) kami akan diantar kembali ke Al Falah. Ah, empat hari yang pasti menyenangkan.
Kapan lagi aku punya pengalaman ke Batu Licin dalam suasana seperti ini, dengan gratis pula ?!
So, karena aku tidak mempersiapkan apa-apa untuk ulangan besok dan seterusnya sampai selesai, maka aku sangat memohon kalian berkenan mendoakan agar aku bisa dengan mudah menghadapinya, serta tidak mendapat nilai buruk seperti tahun lalu, karena ini adalah tahun terakhirku di Pondok Pesantren Al Falah.
Selamat tahun baru!

Iklan

15 pemikiran pada “Perang Sesungguhnya

  1. aminn moga sukses bro…
    jadi inget masa2 ku dipondok dulu,,,sekitar 2,5 tahun yang lalu ku masih nyantri,,,wuihhh belajarx semangat ampe kebawah-bawah pohon malam2 belajar jua,,,pokoknya semangat zian,,,dapat kada dapat jangan niru….

  2. Assalaamu’alaikum

    Didoakan berjaya dalam ujian akhir tahunnya. Iya.. doa harus diserta. jangan pula lupa dengan usahanya agar lebih mantap rasa syukur. Melakukan aktiviti yang hebat di tahun baru adalah sesuatu yang sangat baik dan dituntut. Mudahan akan menyusur kebaikan sepanjang tahun. Salam mesra selalu dari Malaysia.

  3. Assalaamu’alaikum

    SAHABAT
    Walau…
    Langkah tak bertemu
    Tangan tak berjabat (perempuan sahaja ya)
    Ucapan tak terdengar
    Izinkan hati ini memohon maaf
    Atas segala…..
    Sikap dan lisan yang tak terjaga
    Janji yang terkota
    Hati yang kerap berprasangka (insya Allah tiada)
    Sepanjang setahun perkenalan kita
    Selama persahabatan kita terjalin di dunia maya
    Terima kasih atas kasih sayang dalam ukhuwwah yang dicerna
    Semoga kita selalu di dalam perlindungan-Nya

    SELAMAT MENYAMBUT MA’AL HIJRAH 1431
    Salam Awal Muharam dan salam manis dari saya di Bangi, Selangor, MALAYSIA.

    SITI FATIMAH AHMAD

  4. wah, ulangan semesteran standar (reguler) saja sulit, apa lagi ditambah materi diatas, hehe, tapi tetep semagat… karena itu demi masa depan juga… mampir balik yah, thx…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s