Satu Senja di Tepian Barito


Bayang-bayang telah meregang
Menahan sesak sebelum malam
Ah, boleh aku bertanya?
Kala kulihat kebekuan luka
Masihkah kita mencicil duka?

Sungai Barito yang bisu
Yang menjingga serupa masa lalu
Sesal ditelan kenangan seperti jejak-jejak ilung
Aku menoreh harap, meski hati berwujud sendu

Sesal angin yang kuuntaikan dengan tasbih
Riak sungai merangkul jiwaku yang kecil
Kemana kau pergi?
Aku menggigil dalam sunyi

(Dimuat di harian Radar Banjarmasin, edisi Minggu, 20 Desember 2009)

Iklan

18 pemikiran pada “Satu Senja di Tepian Barito

  1. Ping balik: CORETAN ZIAN » Blog Archive » Masuk Radar Banjarmasin!
  2. Ping balik: Masuk Radar Banjarmasin! « Coretan Zian
  3. Ping balik: Serunya Menyusuri Sungai Barito dengan Kelotok « Coretan Zian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s