Pagi Itu: Ry

Malam tadi aku terdampar, dalam kabut yang berembun
Berharap nasibmu masih bersama daun akasia

Ry, aku tak sabar dan tak sadar
Sementara makna napas telah lama hilang
“Cerita ini belum usai,” perih mengerti

Ry, kau menutup wajah
Seolah rimba bernyanyi, rindu
Kemana lagi kita mengaji
Rangkaian bahasa atap kamar bocor
Atau lantunan syair jalan yang berpasir

Ry, kini aku paham
Bahwa sekarang sudah pagi!

Iklan

29 pemikiran pada “Pagi Itu: Ry

  1. Sama.
    Saya berusaha ngeklik backgroundnya untuk mastkan apa itu.
    Kirain td picture yang sudah ditulis, tp mustinya tulisannya ga bisa diblok kan ya klo emg begitu… hmm……

  2. @ Itay yang kada bungas lalu
    Padahal banyakai lain puisi yg kuposting, cuma ikamnya ja yg membuka selalu kebetulan waktu puisi yg paling atas. Coba tu baca yg dibawah-bawahnya.
    @ edda
    makasih pujiannya ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s