Kunanti Kau Dalam Hati

Aku telah kehabisan hati, demi membenihkan kerinduan yang purba. Namun belum sempat kusematkan angin-angin gurun atau metafora pedihku selama ini, sebening air mata yang mengkristal, secandu berbaring sore dalam alunan kicau camar. Senyummu itulah yang memupuk sedihku, menyelimuti wajahku yang tak bisa kembali cerah.

(Hah, kenapa rumit sekali menuliskan bahwa aku begitu merindukanmu!)

Apakah tidurmu juga terusik?

Iklan

26 pemikiran pada “Kunanti Kau Dalam Hati

  1. @ rasyid
    Salam kenal juga.
    @ rony danuarta
    masasih?
    @ Nisa
    emang puisi kok.
    @ anas
    Setuju!
    @ Yanti
    Terusik juga ya? Sudah, jangan terlalu mikirin gue…. haha… GR!
    @ Arief Brian
    Yang penting sering update.
    @ Tisti Rabbani
    Ssalam kenal juga.
    @ nakjaDimande
    Aduh, …
    @ ivana
    Hehe…
    @ RainTurb
    Alhamdulillah, kada tertular flu babi.
    @ iwan setiawan
    Makasih pujiannya…
    @ Kezedot
    Makasih ya.
    @ dobleh yang malang
    Pintar apanya!
    @ Ilham
    Ikam meragukan kah?
    @ yanti
    *malu*
    @ manusiahero
    Kada ush dipikirakan dillah ai.
    @ fahrizal
    Gila kam ni Jal ai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s