Sebuah Pilihan


Tiga hari terakhir ini santri baru sudah berdatangan, mengingatkanku pada masa 6 tahun silam.
Malam itu, di dalam asrama, di atas ranjangku yang berada di tingkat dua, dengan belindung di balik guling yang waktu itu masih empuk dan besar, air mata tak bisa kutahan. Orang tuaku yang pagi tadi mengantar sudah pulang sejak pukul satu siang. Dalam usia 12 tahun itu, aku sudah harus berusaha hidup mandiri tanpa orang tua.
Kubayangkan semua temanku waktu di kelas 6 SD, semuanya masuk SMP. Ah, betapa bebasnya mereka. Sementara aku harus berjuang dalam kurungan yang bernama pesantren.
Tapi itulah pilihanku. Orangtuaku pun sebelumnhya menyarankanku untuk sekolah di SMP saja dulu, sebab masih terlalu kecil untuk hidup tanpa orangtua.
Kini, pilihan itu sudah kujalani dengan sempurna, dengan mengalahkan semua rintangan yang menghalangiku. Tinggal satu tahun lagi aku tamat. Menyelesaikan pendidikan di Pondok Pesantren Al Falah bukanlah perkara mudah. Doakan aku, kawan, semoga bisa menyelesaikannya dengan baik, dengan nilai yang baik pula. Serta doakan semoga apa saja yang telah kuperoleh dan kuperjuangkan selama di pesantren ini tidak sia-sia nantinya.

Iklan

29 pemikiran pada “Sebuah Pilihan

  1. no problem kawan…. bila waktu itu milik manusia maka dunia bisa dibolak balik makanya waktu itu milik tuhan bila tidak bisa bersua hari ini mungkin besok atau lusanya… yang penting belajar dan belajar itu adalah pintu ilmu menuju hidup yang hakiki…
    ingatkan kawan2 nya tuntunlah AKIDAH yang benar2 AKIDAH karena bila AKIDAH yang slah diajarkan maka yang terjadi adalah kerusakan dimuka bumi ini…
    percaykan bahwa KESOMBONGAN ITU MILIK ALLLAH?
    tanks dan semangat lagi untuk belajar, doain saya jua bro semoga menjadi manusia2 yang berguna bagi keluarga..
    selamat malam dan ass…….

  2. pertama datang saya langsung terpesona oleh tampilan blognya yang keren dan rapi. berikutnya baru baca.

    hmm… mas zian telah merasakan hikmah dari sebuah pilihan yang berat. semakin dijalani, ternyata motivasi dari dalam diri timbul semakin kuat untuk menyelesaikan pendidikan di pesantren. semoga mas zian diberi kekuatan dan kemudahan untuk melalui segala rintangan. yakin usaha sampai. ๐Ÿ˜‰

  3. Kunjungan balik dek Zian.. pada awalnya memang terasa berat…selalu saja seperti itu ketika bertemu dengan lingkungan baru… kemudian berbalik, dan kita pun mencintainya..

    blognya bagus..

  4. memang perjuangan anak santri gak segampang anak skolah biasa.
    banyak aturan yg hrs dijalani di pondok.bahkan soal berpakaian.
    smoga dirimu bisa lulus dgn nilai dan ilmu yg bgus,amin…

  5. setahun nggak lama kok mas…
    keluar dari kawah candradimuka pesantren, menjadi lbh berilmu dan membaginya kepada sesama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s