Kantin Kejujuran, Berhasilkah?

Pagi tadi, Ustadz yang mengajar di kelas kami belum datang, begitu juga sebagian kelas yang lain, jadinya kami hanya duduk-duduk di emperan Mushalla. Tiba-tiba, Ustadz Manan datang.
“Kosong kah?” tanya beliau.
“Inggih….,” jawab kami.
“Lajui ganti tapih, pasang salawar, tapi jangan salawar livis! Kita ka Banjarbaru!”
Seperti yang kau bayangkan, tentu saja kami langsung berlari ke asrama masing-masing, mengganti sarung dengan celana, lalu langsung ke depan. Di depan, sudah ada 4 bis yang menunggu kami.
Berangkat………………
Ternyata, begitu sampai di Lapangan Murjani, di sana diadakan peresmian Kantin Kejujuran. Berbagai macam sekolah hadir di sana, namun, cuma kami yang pakai baju putih tangan panjang dan peci putih, tentu saja, hehe…
Aku pun segera mencari tempat duduk. Kemudian, ada ibu-ibu juga duduk di dekat kami. Beliau bertanya pada temanku yang duduk di depanku.
“Dari mana?”
“Dari Al Falah…” jawab temanku itu.
“Oh… kalau Al Falah ni sudah jujur badahulu…”
Hahaha…., aku hanya bisa tertawa mendengar perkataan Beliau. Akumulai membayangkan seandainya kantin kejujuran ini diterapkan di pesantrenku. Pasti, pasti tidak berhasil!!!
Asal kau tahu, jangankan makanan, sandal saja bila diletakkan tanpa pengawasan, hanya dalam hitungan menit, sandal tersebut akan hilang!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s