Telah Kau Baca Dan Aku Bertanya

Mengapa
Setiap wujudmu menyalak mataku
Tubuhku lumpuh
Desirku gemuruh

Telah kaubaca isyarat
Aku juga tahu
Mengenai jalan aspal yang selalu berpasir
Atau pula atapku yang bocor-bocor
Apa lagi?

Lalu kenapa diam itu manja?
Aku juga tahu
Meski setiap pagi menapak, kau lewat

Tahukah, kau?
Mimpiku tadi malam salah
Malam besok juga pasti salah

Bukan
Bukan karena indahmu, sayang…
Boleh kiranya aku berkata?

Mengapa
Setiap wujudmu menyalak mataku
Tubuhku lumpuh
Desirku gemuruh

Iklan

27 pemikiran pada “Telah Kau Baca Dan Aku Bertanya

  1. @ DidoyTau aja. hehe…@ ♥ h.I.M.e ♥ Yah, mau tak mau. Makasih juga.@ Syafwanpuisi memang seharusnya dalam.@ riedhaSama-sama. Iih, kalsel banar.@ http://www.katobengke.com Mohon maaf, tak bisa. Hanya orang yg bersangkutan yg berhak menyelami maknanya.@ Miss isiih, aku lawan bubuhan Al Falah. Napa kada marawa samalam?@ EDHIE BASKORO YUDHOYONO MUDA CERDAS JUJUR PEDULI RAKYAT Emang gak boleh ya?@ kezedotSlam hangat juga.@ Arief brianHah, minta?@ deemau tau aja, haha…@ reallylifenah, apa pulang tu@ NoviantoSabar, kalau ditembak nanti hilang selamanya.@ rakhmayang pasti, bukan buat sampean, haha…@ Chesya Rindu Ye, bukan kamu lagi!!!@ Ivanahehe, bagus dong..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s