Tanpa Judul

Pada suatu hari, di sebuah negri Antah Berantah, hiduplah seoarnag pemuda yang gagah perkasa. Suatu hari, saat ia sedang berburu di hutan, dia melihat Tuan Puteri yang cantik jelita ditemani oleh dua orang pengawalnya sedang bermain-main di hutan.
Dari balik pohon yang besar, pemuda itu terus memperhatikan polah tingkah sang Tuan Puteri. Saat itu juga pemuda tersebut jatuh cinta pada Tuan Puteri yang cantik nan anggun itu.
Namun tiba-tiba muncul seekor harimau dari balik semak-semak dan ingin menyerang Tuan Puteri.
Dua orang pengawal tadi langsung memainkan tombak mereka untuk melindungi Tuan Puteri dari serangan harimau jahat. Akan tetapi, dengan mudahnya dua orang pengawal itu dikalahkan oleh si harimau. Maka tinggallah Tuan Puteri sendirian.
“Tolooooong…..!!! Tolooooong….!!!” teriaknya cemas.
Di saat genting itulah si pemuda bertubuh kekar yang tadi melihat kejadian itu dari balik pohon keluar. Segera dia gunakan panahnya dan dengan tepat mengenai tubuh si harimau. Hanya dengan beberapa anak panah, harimau itu sudah terkapar meregang nyawa. Tuan Puteri yang melihat kegagahan dan keahliannya dalam memainkan panah langsung jatuh cinta.
Setelah itu, pemuda yang bertubuh kekar itu lantas mengantarkan Tuan Puteri pulang ke istana.
Maka Tuan Puteri pun menceritakan kejadian yang dialaminya barusan di hutan kepada Ayahnya, sang baginda Raja.
Sebagai hadiahnya, dikawinkanlah pemuda tadi dengan Tuan Puteri dan mereka pun hidup bahagia.
***
Kututup kembali buku lusuh yang penuh debu ini sambil tersenyum geli. Sebagai oleh-oleh dari abad ke-21, kumasukkan buku kuno berisi kumpulan dongeng tersebut dalam copier berwarna hitam pekat. Dalam 30 detik, barang serupa lengkap dengan debu-debunya sudah keluar dari lubang output. Kukeluarkan kembali buku asli yang tadi kumasukkan dan telah sukses digandakan, lalu kukembalikan ke tempatnya semula.
Tour kali ini cukup sekian, sebelum ada manusia jaman ini yang mengetahui kehadiranku. Segera aku masuk ke mobil waktu yang baru kubeli kemarin di Planet X-Fly. Kusetel mobil ini menuju waktu asal keberangkatanku: 08.30, 25 Juni 4009.
Dalam perjalanan pulang, aku berpikir, mungkinkah Annova, anak semata wayangku yang baru berumur satu tahun itu senang membaca buku kuno ini?
Ah, biarlah. Daripada aku pulang tidak membawa hasil apa-apa, sebab legenta ‘Wadday Klelivont’ yang ingin kuteliti ini masih sangat samar di kepalaku.

Iklan

6 pemikiran pada “Tanpa Judul

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s