Parodi Malam

Bukan karena aku malam
Siang-siang suram yang berlompatan
Hingga hilang,tak terlukis

Seperti burung layang,
hinggap tenang di atas nampan bimbang…
Seperti lagu nelayan lajang
Seperti piring emas raja terpajang lesu

Semusim sudah
Hingga haruskah kubentang lagi jala rindu
Di setiap sudut hari yang bergelut waktu
Atau harus kukoyak-koyak kulit pipiku
Dan harus kucabik-cabik urat nadiku
Karena siang tak pernah lupa merajut malam
Menunggumu sungguh, tak terbilang lelah!

Iklan

2 pemikiran pada “Parodi Malam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s