Aku Sekarang

Setelah lama dibuai dunia maya, kini saatnya aku kembali merenungi siapa aku. Ya, aku ini seorang santri, santri Pondok Pesantren Al-Falah Putera yang hari-harinya harusnya dipenuhi lembaran kitab-kitab kuning tanpa baris.
Orang tuaku tentu saja mengharapkanku jadi orang yang “tapakai” di kampung, bisa membaca do’a ini-itu, rajin mengaji, rajin membantu orang tua dan sebagainya. Tapi sampai saat ini yang didapat orang tuaku sepertinya hanyalah kekecewaan. Aku tak sedikit pun seperti yang mereka harapkan.

Dulu, sekali lagi dulu, aku pernah punya keinginan kuliah di Al-Azhar, Kairo, Mesir. Bahkan cita-citaku sampai S3 ! Aku ingin jadi pakarnya ilmu fiqih, bidang yang dulu sangat kugemari. Aku dulu juga pernah berkeinginan bila tamat dari Mesir dan pulang ke tanah air akan mendirikan sebuah pondok pesantren, supaya kondisi akhlak dan moral remaja Indonesia yang sangat parah ini bisa membaik, supaya mereka kenal dengan Tuhan yang telah menciptakan mereka, supaya mereka sadar bahwa semua yang dilakukan di dunia ini akan mendapat balasan setimpal di akhirat kelak.
Yah, tapi itu dulu. Perubahan terus terjadi dalam kehidupanku. Berbagai hal telah membentuk diriku yang saat ini. Satu hal yang sangat berperan serta dalam merubah jalan hidupku adalah internet.
Entah kenapa, sedikit demi sedikit aku mulai dibuat gila oleh internet. Aku mulai tak bisa lepas dari dunia buatan itu. Dan saat ini, internet sudah menjadi rumahku, jadi darahku, jadi bagian yang tak bisa terpisahkan.
Otomatis cita-cita muliaku pun berubah. Sekarang aku ingin nanti kuliah di STMIK saja. Tak apalah, yang penting hobyku tersalurkan. Cita-cita mendirikan pesantrenku juga kuubah dengan mendirikan warnet sekaligus game online, biar aku bisa browsing setiap saat.
Rupanya, perubahan itu membawa dampak besar pada nilai-nilai belajarku. Tak sombong, dulu aku selalu juara satu di kelas, sejak SD bahkan. Tapi kini nilai-nilaiku itu seperti mengalami kejadian persis tragedi yang menimpa pesawat Adam Air dulu, jatuh tak berbekas! Bisa kau bayangkan, aku langsung rangking 12!!!
Sepertinya, itu cuma permulaan kehancuranku. Barangkali, semester berikutnya lebih parah lagi, atau bahakn aku tidak naik kelas.
Saat membaca tulisan ini mungkin kau akan menilaiku kekanak-kanakkan. Tapi memang begitulah aku yang sebenar-benarnya.

Iklan

18 pemikiran pada “Aku Sekarang

  1. ya betul. jangan salahkan internet, jangan jadikan internet menjadi kambing hitam. internet ibarat pisau, maka tergantung siapa yg menggunakan. bisa buruk kalau ada di tangan pembunuh, bisa baik bagi seorang juru masak. ngerti maksud saya ya ? jadi kamu harus wujudkan kembali cita2mu spt yg diinginkan orang tuamu, jangan kecewakan mereka. Kamu bisa aja mendirikan pesantren online kok, atau apa aja lah yg penting dakwah jalan, hobby mu di dunia IT juga jalan. OK

  2. jangan lah sepenuhnya kamu menyalahkan internet…karna internet adalah salah satu penghubung dengan dunia luar. tergantung kita memanfaatkan nya seperti apa internet itu….banyak haldan manfaat berguna yg kita dapat dari internet dan adapula yang jeleknya dan membawa mudharat…semuanya kembali ke diri kita lagi. sangat tidak masuk akal kalau kita selalu menyalahkan internet karna mungkin banyak hal negatif….banyak pornografi…dll. ya simpel aja klo kita tidak ingin ya jangan di buka situs-situs itu…gampang kan…

  3. klo menurut saya, km tidak perlu mengubah jalur hidup kamu, banyak orang diluar sana yang ingin seperti kamu, dan lebih baik kamu yang mengubah pandangan orang tentang internet bukannya internet yang mengubah kamu. contohnya, km bisa ngeblog sambil berdakwah atau sharing ilmu yang kamu dapatkan di pasantren, atau di mesir, sesuai yang km cita2kn, dengan gaya km sendiri dan tentunya sudah mengantongi yang namanya “izin”.

  4. asslamualaikum….halo zian, salam knl.ak dukung cita2 mu…semangat n semoga sukses! aq juga mmpunyai cita2 yang mirip sperti km. bedanya, aq mau jd seorang web programer tapi juga mendirikan warnet ^_^

  5. Teman adalah tempat bersandar saat qt menangis Suara untuk menjaga nama qt hidup ketika yang lain lupa Teman adalah tangan yg menarik qt dari kegelapan dan keputus asaan Baik untuk membantu masalah dan meningkatkan semangat Teman seperti bintang Kau selalu dapat melihat mereka dan kau tahu bahwa mereka ada Ada harapan besar dan berani untuk pergi dari mereka semua Punya mimpi besar dan berani untuk hidup bersama mereka Teman itu seperti madu Manis ketika itu baru tetapi lebih manis ketika itu benar….. Satu pertanyaan untuk seseorang itu .. Aq masih temanmu sampai sekarang?tu artinya…

  6. @ Fhenya, memang benar.@ BexiHoho … Ada orang swedia nang bailang.@ CacabiSemoga bisa.@ Titik PuspaMemang aneh. Itulah ciri khas saya@ Pondok 24Pesantren Online? Wah, menarik sepertinya.@ ShantiDunia maya tetap dunia maya@ rakhmaAku ingin jadi web master juga@ PlanetariumYap? Maksudnya?@ Miss IsSemogqa niat saya masih baik, hehe…Masih temanmu? itu pasti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s