Hujan Yang Purba

Sungai hitam
Merangkul kesetiaan yang sudah memudar
Saat arus cinta begitu deras mengalir
Saat pucuk-pucuk hijau mulai tumbuh
Dan panas rupanya tak bersahabat
Kering!
Kerontokan menjalar di seluruh ranting
Aku diam
Ratapi nasib
Dan di sana
Entah, apakah engkau sadar
Bahwa hujan takkan datang lagi
Biarkan pohon itu kering
Biarkan sungai itu hitam
Sudahlah, aku memang bodoh
Tak mengerti kalau kemarau pasti datang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s