Lagu Banjar

Saat ini lagu-lagu baru dari band-band musik yang kebanyakannya juga baru terus bermunculan.
Dalam dunia permusikan, mungkin ini adalah sebuah kemajuan. Namun di samping itu, ternyata lagu-lagu baru ini justru berdambak negatif bagi budaya kita, yaitu budaya Banjar. Karena dengan semakin banyaknya lagu-lagu baru yang mayoritasnya adalah lagu pop itu, lagu-lagu Banjar yang sarat akan nilai budayanya makin dilupakan.
Ingat sekali saya waktu dulu, yaitu ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar, puluhan lagu Banjar saya hapal. Namun kini, satu lagu pun tidak ada yang masih melekat di kepala saya.
Beda dengan lagu-lagu baru, dalam beberapa hari saja saya sudah hapal. Itu karena seringnya mendengar teman-teman di asrama nyanyi keras-keras (padahal suara jelek, hehe..).
Nah, oleh karena itu saya mencoba mencari lagi teks lagu-lagu Banjar yang penuh dengan makna dan nilai budaya itu. Tapi ternyata itu tidak mudah. Buku-buku saya waktu SD semuanya sudah di bakar atau hilang entah ke mana. Tanya sama teman hasilnya juga nihil. Mereka bahkan judul-judulnya saja tidak tahu.
Aku pun lalu teringat bahwa ayahku dulu pernah beli kasetnya.

Kucari dengan penuh perjuangan (waduh… waduh…) di segala penjuru dan pelosok rumahku, hingga akhirnya benda keramat itu ditemukan. Dan ternyata letaknya di bawah lemari baju. Setelah dapat, aku masih harus berjuang mencari tape untuk memutarnya. Maklum, di zaman CD dan DVD ini pemutar kaset cukup sulit dicari. Di toko elektronik sih sebenarnya ada, namun uang jajanku sangat membutuhkan penghematan. Tapi syukurlah, salah seorang temanku membalas SMS yang kukirim: “Tnang, q pnya tpe rcrder, tp g’ tw msh baik apa g”
Hari itu juga aku ke rumahnya. Barang keramat yang alhamdulillah masih baik itu kupinjam untuk beberapa hari selama liburan ini.
Baiklah, ini dia salah satu lagu Banjar yang sangat kurindukan itu. Bagi kamu yang masih punya jiwa Banjar, sebaiknya lagu ini disalin dan dihapal. Hehe..

PAMBATANGAN

Matan di hulu….
Mambawa rakit bagandingan
Bahanyut matan di udik Barito
Awal hari baganti minggu….

Siang wan malam…
Awal hari baganti hari
Istilah urang mancari rajaki
Kada talapas lawan gawi….

reff;
Panas hujan kada manjadi papantangan
Kada hiran tatap dirasaakan
Mananjak batang sambil barami-ramian
Akhirnya sampai ka tujuan…………..

Inilah nasib…
Manjadi urang pambatangan
Lamun nasib sudah ditantuakan
Insya Allah ada harapan…

(cipt. Fadly Zour)

Lagunya menyentuh bukan? Menggambarkan bagaimana kehidupan seorang “pambatangan”. (Di Kalsel yang gelarnya “Seribu Sungai” ini dulunya banyak yang pekerjaannya “mambatang”)
Sangat beda dengan lagu-lagu sekarang yang isinya cuma berkisar masalah “cinta” (itu istilah mereka, kalau menurut saya sih lebaih tepatnya bernuansa “pacaran”).

Iklan

4 pemikiran pada “Lagu Banjar

  1. nah nah nah… pian kalau handak lengkap mencari lirik-lirik lagu banjar datangi haja di perpustakaan Taman Budaya Banjarmasin, disanan banyak kalaunya MP3 nya ulun ada jua…Memang dalam perkembangannya lagu Banjar memang terjadi secara perlahan mulai agak berubah baik secara pembawaan maun gaya yang dipengaruhi oleh musik-musik modern, jati diri sebuah lagu Banjar nampaknya mulai agak hilang… Bagaikan rumput hijau yang terlupakan… mari kita lestarikan musik Banjar musik kita sabarataan…Salam Kenal dari. Muhammad Husnun Nasharhttp://nashararchitect.blogspot.comterima kasih…

  2. Saya juga sewaktu SD disuruh menghafal lagu-lagu banjar, salah satunya lagu Pembatangan di atas. awalnya kurang berminat, tapi ternyata menyenangkan juga, bisa menyanyikan lagu daerah kita sendiri bersama dengan teman-teman. Saya sangat suka lagu ini.Sekarang anak-anak banyak yang tak hafal lagu daerahnya sendiri, yang sering dinyanyikan ya lagu2 bernuansa pacaran itu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s