Serunya Menyusuri Sungai Barito dengan Kelotok

Memanfaatkan hari libur, hari Ahad kemarin (10/10/10) sembilan orang mahasiswa semester 1  STIKES MB (Aku, Bani, Muslim, Landra, Ranti, Yana, Yani, Dewi, Mariam) ditambah satu orang (jadinya 10), yaitu kak Farida (kakaknya Yana), dengan 5 buah motor berangkat menuju Marabahan pada jam 10 lewat 10 menit (kebetulan sekali).

Sekitar jam 12 siang, kami tiba di jembatan Rumpiang.

Aku sih biasa saja, tapi mereka yang baru pertama kali melihat jembatan sebesar itu tentu tak mau melewatkannya tanpa foto-foto dulu. Lanjut membaca

Jihad yang Luar Biasa

Kemarin siang kami (kelas 3 aliyah), setelah selesai menghadapi ulangan akhir (yang artinya tinggal menunggu perpisahan), kami silaturrahmi ke rumah salah seorang Ustadz kami, Ustadz Syamsuddin, atau yang biasa kami sebut Syekh Kabir.
Rumah beliau terletak di desa Tatahalayap, di daerah Gambut bagian dalam. Untuk bisa sampai ke sana, kami harus menempuh jarak kurang lebih 30 kilometer dari Pondok Pesantren Al falah dengan sebagian besar jalan yang rusak parah, bahkan belum diaspal. Jalan sempit tersebut dilapisi dengan batu besi lancip yang tidak merata. Sehingga satu jam setengah barulah kami sampai. Lanjut membaca

Sebarkan Virus Menulis pada Anak Desa


Rekreasi ke gunung? Ah, biasa! Ke pantai? Apalagi!
Gimana kalo ke desa sambil memotivasi anak-anak desa untuk menulis? Nah, ini baru seru.
Inilah yang kami (anak-anak Forum Pena Pesantren) lakukan pada tanggal 13-14 Mei tadi.

Selama ini, kegiatan motivasi menulis tampaknya cuma dilakukan di kota. Padahal, anak-anak desa pun berhak untuk menjadi penulis besar pada nantinya. Mungkin hal inilah yang membuat roda taksi (taksi paman ST) berputar mengantar kami dari Banjarbaru menuju Desa Kembang Habang, Kecamatan Salam Babaris, Tapin. Lanjut membaca

3 Aliyah go to Batakan

Photobucket
Hari Ahad (bukan Minggu) yang lalu, tepatnya tanggal 9 Mei 2010, kami santri kelas 3 Aliyah refreshing ke Pantai Batakan dalam rangka merayakan kelulusan UN. Ikut bersama kami Pak Mustafa (guru favorit kami), Ust. Manan bersama keluarga, Pak Rahmat bersama istri, Pak Widodo (kepsek) bersama keluarga, dan Baidawi (TU).

Maka jadilah 6 buah taksi Ulin berjejer menuju Pelaihari, sampai ke Pantai Batakan. Lanjut membaca